FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI PILIHAN CARA MASUK
Pemilihan
metode masuk ke dalam pasar asing mempunyai arti penting. Pemilihan ini
merupakan salah satu dari keputusan yang paling kritis dalam pemasaran
internasional karena keputusan masuk merupakan keputusan makro. Yakni, pada
saat perusahaan memilih tingkat keterlibatannya di dalam pasar-pasar asing,
perusahaanjuga melakukan pilihan mengenai program pemasarannya di sana.
Misalnya, apabila perusahaan memasuki sebuah pasar melalui distributor,
perusahaan membatasi kebebasannya dalam bidang-bidang seperti riset pemasaran,
kebijakan produk, penentuan harga, dan promosi. Keputusan yang menyangkut
saluran pemasaran internasional khusus mana yang digunakan tidaklah sederhana
bagi perusahaan. Adanya varian yang sangat banyak dari tipe organisasi
pemasaran internasional dan banyak cara mereka dapat dikaitkan bersarna telah
menghasilkan tipe alternatif sistem saluran pemasaran yang berbeda.Untuk
memasuki pasar asing, produsen haruslah memiliki sejumlah opsi strategi, setiap
strategi dengan kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Banyak perusahaan yang
memakai beberapa strategi.
a. Karakteristik Negara
Tiga
kategori luas dari karakteristik negara yang harus dipertimbangkan ialah:
ukuran dan pertumbuhan negara, risiko lingkungan dan politis, dan prasarana
ekonomi dan pasar. Walaupun banyak karakteristik negara lainnya yang juga
diperhitungkan dalam keputusan-keputusan masuk, arti penting dan sifat spesifik
dari faktor-faktor ini tergantung pada masing-masing perusahaan dan produk atau
jasanya.
b. Besaran Dan Tingkat
Pertumbuhan Pasar
Besaran
dan laju pertumbuhan pasar merupakan parameter kunci dalam penentuan cara
masuk. Semakin besar negara dan ukuran pasarnya, semakin tinggi laju
pertumbuhannya, maka lambat laun besar pula kemungkinan manajemen bakal
mengucurkan berbagai sumber daya untuk perkembangannya; dan mempertimbangkan
pendirian sebuah anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya atau organisasi
penjualan, atau berpartisipasi dalamsebuah usahapatungan dengan kepemilikan
mayoritas. Mempertahankan pengawasan atas seluruh operasi memberikan manajemen
dengan kontak langsung dan memungkinkannya merencanakan dan mengarahkan
perkembangan pasar secara lebih efektif.Pasar kecildi lain pihak, khususnya
bila mereka terasing secara geografis dan tidak dapat dilayani secara efisien
dari sebuah negara yang ada di sekitarnya, mungkin tidak membutuhkan perhatian
atau sumber daya yang signifikan. Konsekuensinya, pasar kecil tersebut mungkin
paling baik bila dipasok lewat pengeksporan atau perjanjian pemberian lisensi.
Meskipun tidak mungkin untuk merangsang perkembangan pasar atau memaksimalkan
penetrasi pasar, pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk memasuki pasar
dengan komitmen sumber daya yang minimal dan membebaskan sumber daya untuk
ditunjukkan kepada pasar yang secara potensial lebih menguntungkan.
c. Risiko Politis dan
Lingkungan
Manajemen
kerapkali ragu-ragu untuk mengucurkan sumber daya kepada negara-negara dengan
tingkat risiko lingkungan dan Politis yang tinggi, dan mungkin menghindari cara
masuk yang memerlukan pembangunan fasilitas pergudangan dan produksi atau
organisasi penjualan yang besar.Kadar stabilitas politis dan tingkat rintangan
legal yang ada dapat mempengaruhi pilihan saluran di sebuah pasar sasaran.
Kedua faktor tersebut berasal dari kebijakan Pemerintah dan merupakan atribut
pasar. Sebagai contoh, pasar yang memiliki kadar stabilitas politis yang sangat
tinggi akan melibatkan suatu kadar risiko yang sangat tinggi bagi perusahaan
untuk menggunakan ekspor atau produksi langsung di luar negeri, dalam hal bahwa
pembayaranmungkin akan diperlambat atau bahwa diblokir, atau valuta yang
diperlukan mungkin terbatas suplainya. jika kondisi seperti itu bakal ada atau
dicurigai akan ada, maka ekspor tidak langsung akan lebih bijaksana bagi
perusahaan.
Kondisi
politis di dalam negara sasaran sering mempengaruhi pemilihan strategi masuk. Di
mana kondisi politis tidak mantap, manajemen biasanya lebih menyukai apa yang
disebut dengan opsi nonkomital (noncommital
options) pengeksporan, agen eksklusif, atau distributor. Di negara-negara
dengan kondisi politis yang mantap, manajemen bersedia melakukan komitmen yang lebih besar,
seperti melalui usaha patungan, cabang penjualan, atau anak perusahaan.
Pasar
asing biasanya dipandang lebih berisiko daripada pasar domestik. Besarnya
risiko yang dihadapi perusahaan tidak hanya merupakan fungsi pasar itu.
sendiri, tetapi juga cara keterlibatannya di sana. Di samping keterlibatannya,
perusahaan menanggung risiko persediaan dan piutang dagang. Pada saat
merencanakan cara masuknya, perusahaan harus melakukan analisis risiko pasar dengan kurs
valuta asing merupakan variabel lainnya.
d. Infrastruktur Pasar
dan Ekonomi
Infrastruktur
pasar dan ekonomi merupakan karakteristik negara yang ketiga yang mempunyai
imbas terhadap keputusan-keputusan yang berkaitan dengan cara masuk atau
operasi. Pada saat infrastruktur fisik (sistem transportasi, jaringan komunikasi,
atau suplai energi)dibangun secara menyedihkan, manajemen mungkin menghadapi
kesulitan dan biaya pengembangan yang sangat besar dalam mendirikan fasilitas
penjualan, distribusi, atauproduksinya sendiri.
Tingkat
pembangunan ekonomi pasar asing merupakan determinan cara masuk dalam haltersebut
mempengaruhi keseluruhan organisasi saluran alternatif, yakni struktur
distribusi. Biarpun hal ini merupakan faktor yang berkaitan dengan pasar,
dampaknya akan dirasakan melalui faktor tersedianya organisasi pemasaran yang
cocok di dalam pasar sasaran.
Hambatan Perdagangan
dan Regulasi Pemerintah
Adakalanya
regulasi pemerintah membatasi opsi cara masuk yang terbuka bagi
perusahaanperusahaan asing, terutama dalam industri-industri strategis seperti
telekomunikasi, transportasi, dan komputer. Karena pasar dunia berangsur-angsur
saling tergantung dan terintegrasi.
Regulasi
kontrak dengan para distributor dan organisasi lainnya, teristimewa yang
berkaitan dengan perjanjian eksklusif atau terminasi kontrak, juga harus
dipertimbangkan. Biaya pembatalan kontrak tenaga kerja dan manajemen juga perlu
dipertimbangkan masak-masak.
Hambatan
perdagangan, seperti tarif, kuota, pabean, atau regulasi produk, juga
mempengaruhi keputusan cara masuk. Hambatan perdagangan langsung yang membatasi
impor barang-barang asing, seperti tarif dan kuota, mempengaruhi
keputusan-keputusan yang berkaitan dengan produksi atau perakitan lokal.
Hambatan-hambatan perdagangan tidak langsung, seperti regulasi produk,
preferensi kepada pemasok lokal, pabean, dan formalitas sertifikasi, mendorong
pembuatan perjanjian kontraktual dengan mitra lokal.
1.
Hambatan Perdagangan Langsung
Tarif
atau, kuota atas impor barang dan komponen asing akan menguntungkan pembentukan
produksi. Ancaman potensial dari tarif bakal menggairahkan perusahaan untuk
beralih dari pengeksporan ke produksi atau perakitan lokal, terutama di dalam
industri di mana hal ini akan mempunyai dampak yang signifikan atas neraca
perdagangan.
2.
Hambatan Perdagangan Tidak Langsung
Regulasi
perdagangan, standar produk, dan preferensi kepada pemasok lokal juga mempunyai
implikasi atas cara masuk dan keputusan operasi. Preferensi kepadapemasok
lokal, atau tendensi untuk membeli “barang-barang nasional”, sering mendorong
perusahaan untuk mempertimbangkan sebuah usaha patungan atau perjanjlian
kontraktual lainnya dengan sebuah perusahaan lokal.
Demikian
pula, regulasi produk dan perdagangan dan formalitas pabean mendorong cara-cara
yang menuntut perusahaan-perusahaan lokal yang dapat menyediakan informasi dan
kontak bisnis mengenai pasar lokal serta dapat mempermudah akses. Dalam
beberapa kasus di mana regulasi dan standar
produk mengharuskan adaptasi dan modifikasi signifikan, perusahaan dapat
mendirikan fasilitas produksi, perakitan, atau perampungan lokal.
3.
Kebijakan Pemerintah
Ada
banyak, tindakan pemerintah nasional yang dapat mempengaruhi pemilihan jalur
masuk, khususnya jalur masuk di antara negara-negara. Aktivitas regulatori umum
dapat menghalangi ekspor secara keseluruhan dan menetapkan produksi di luar
negeri jika pasar ingin dilayani secara efektif. Beberapa pemerintah juga mengatur valuta
asing dan izin impor mereka sedemikian rupa sehingga importir lokal tidak dapat
memperoleh cukup valuta asing (atau izin yang diperlukan) untuk membeli apa
yang mereka inginkan dari berbagal negara.
Faktor
pemerintahan lainnya dalam pemilihan jalur masuk adalah sifat program
promosional lapangan usaha internasional tertentu. Kendatipun pemerintah
cenderung untuk tidak mempromosikan impor, bisa saja pada saat promosi seperti
itu dilancarkan namun dilakukan secara selektif, dan produk-produk tertentu
akan disisihkan.Jadi,meskipun
mungkin tidak ada restriksi perdagangan formal terhadap produknya, pemasar
internasional bisa dipaksa agar memilih jalur-jalur tertentu. jenis situasi
yang sama bisa terjadi di dalam negeri pemasar internasional jika kebijakan
pemerintalmya mengarah ke investasi langsung (direct investment) dan atau penggalakan ekspor sehingga bentuk
eksporlah yang harus dipakai, terlepas dari lebih untungnya menggunakan cara masuk yang
lainnya.
Karakteristik Produk
Sifat
produk mempengaruhi seleksi saluran karena produk sangat beraneka ragam
dalam karakteristik (sebagai contoh, nilai unit, bobot, kompleksitas
teknis), masalahnya, dan pekerjaan penjualan
dapat berbeda secara mencolok,
Sebagai contoh, Sifat teknis sebuah produk mungkin membutuhkan kerja
servis sebelum dan setelah penjualan. Di banyak wilayah pasar asing,
khususnya di negara berkembang, para perantara pemasaran mungkin tidak
sanggup menangani pekerjaan seperti itu.
Juga ukuran dan bobot produk atau bahkan suhunya
seperti halnya dalam makanan beku, dapat mengindikasikan kebutuhan akanberbagai
fasilitas penanganan khusus yang mungkin tidak dipunyai oleh organisasi-organisasi pemasaran.Karakteristik
fisik produk atau jasa, seperti rasio bobot atau nilai, kemampuan dan komposisi
adalah penting dalam penentuan di mana produksi berlokasi. Produk dengan rasio
bobot atau nilai yang rendah, misalnya jam tangan mewah, biasanya rentan untuk
pengeksporan langsung, khususnya di mana terdapat skala ekonomis produksi yang
tinggi atau jika manajemen ingin mempertahankan pengendalian langsung atas
produksi. Sebaliknya, dalam industri minuman ringan, perusahaan biasanya
membuat perjanjian pemberian lisensi atau melakukan investasi dalam fasilitas
produksi atau pembotolan lokal karena biaya pengiriman, khususnya untuk pasar
yang jaraknya jauh, akan menghambat. Heineken. sebagai contoh, telah Mendirikan
usaha patungan untuk membangun pabrik bir di India, Thailand, Vietnam, dan
Cina.
Tahap
perkembangan sebuah produk dan juga kebauran relatifnya terhadap sebuah pasar
asing dapat memiliki hubungan atas saluran yang akan digunakan. Jika sebuah
perusahaan Mempunyai produk yang relatif tidak dikenal, akan lebih
menguntungkan bila perusahaan itu bergantung kepada para grosir dan/atau agen
daripada mencoba menjualnya langsung.
Produk
yang harus dibuat menurut pesanan atau yang membutuhkan servis sebelum dan
setelah penjualan tidak dapat dengan mudah diekspor ke negara lain. Sebenarnya,
produk atau jasa yang nilainya sebagian besar ditentukan oleh servis yang
menyertainya tidak dapat secara praktis didistribusikan ke luar dari negara
yang menghasilkannya. Setiap bagian produk yang berorientasi jasa haruslah
dibuat pada tempat konsurnsi. Akibatnya, produk yang intensif jasa membutuhkan
cara masuk pasar tertentu. Opsinya meliputi kontrak manajemen untuk menjual
jasa tersebut kepada pelanggan asing, pemberian lisensi sehingga perusahaan
lokal lainnya (franchisce) dapat
dilatih untuk menyediakan jasa tersebut, dan pabrikasi lokal dengan mendirikan
sebuah cabang atau anak perusahaan permanen di sana.
Produk yang pada
dasarnya merupakan komoditi mungkin memerlukan produksi lokal guna mengurangi
biaya tenaga kerja dan pengiriman. Untuk sebuah produk bernilai tambah atau
yang terdiferensiasi, perusahaan bisa bergantung kepada cara pengeksporan
lantaran margin keuntungannya yang lebih tinggi. Lagi pula, pabrikasi lokal
dapat merusak citra produk dan, dengan demikian, mengurangi pasar yang telah
ada sebelumnya.
Tujuan Manajemen atau Perusahaan
Perusahaan
dengan tujuan yang terbatas untuk operasi internasionalnya cenderung menyukai
cara masuk yang memerlukan komitmen yang minimal. Perusahaan seperti itu kerap
lebih suka bergantung pada agen atau perusahaan manajemen ekspor, atau membuat
perjanjian lisensi. Cara
masuk seperti ini memerlukan sedikit sumber daya finansial dan perhatian manajemen
karena tanggung jawab atas pasar internasional ditangani oleh organisasi
lainnya.
Perusahaan
dengan pendekatan proaktif dan agresif kepada pertumbuhan pasar internasional
mungkin lebih menggemari pembentukan sebuah organisasi penjualan ekspor dan bergerak
secara cepat menuju cara-cara operasi seperti usaha patungan atau anak
perusaban yang dimiliki sepenuhnya, yang
memberikan pengawasan yang
substansial atas produksi
dan pemasaran di dalam pasar asing.
Strategi Pemilihan
Negara
Bilamana
sebuah perusahaan ingin memasuki sebuah negara dengan cepat supaya bisa
memanfaatkan peluang pasar yang sedang bertumbuh, opsi seperti pemberian
lisensi, pemberian waralaba, atau pengambilalihan perusahaan yang ada mungkin
tepat karena perusahaan dapat memanfaatkan fasilitas produksi dan jaringan
distribusi yang telah mapan serta pengetahuan pasar dan kontak bisnis lokal.
Sebaliknya,
pada waktu perusahaan memutuskan untuk mengadopsi sebuah strategi yang lebih
hati-hati untuk memasuki pasar internasional, manajemen mungkin pada awalnya
lebih menyukai pengeksporan, lalu setahap demi setahap beralih ke pembentukan
tenaga pejualan lokal, dan akhirnya mendirikan fasilitas produksi di pasar
asing.
No comments:
Post a Comment